Monday, November 21, 2011

Sakit Gigi Sirna Hanya dengan Ikhlas


Menderita sakit gigi bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Rasa sakitnya bahkan bisa membuat orang dewasa menangis. Gigi berlubang umumnya menjadi penyebab awal kita menderita sakit gigi. Sakit gigi menjadi problem kesehatan yang juga serius bagi banyak orang. Apa sebenarnya yang terjadi pada gigi kita saat menderita sakit gigi? Jawabnya jangan Tanya saya, karena saya bukan dokter gigi heheheheheheh. Tapi yang jelas sakitnya minta ampyun dueeeeeh. Kalau lah sakitnya gak bener-bener minta ampyun mana lah mungkin alm Maggy Z membandingkan sakit gigi dengan sakit hati. Iya kan?

Ini kisahku yang terjadi kira-kira seminggu lalu. Seorang temanku di FB yang berada di pulau Jawa mengeluh padaku kalau giginya yang berlubang sakit banget. Dan beliau ni sudah merasakan sakitnya selama lebih kurang dua minggu. Dueh betapa menderitanya. Melalui smsnya beliau minta bantuanku untuk menterapinya. Sebagai teman pasti aku mempersilahkan dengan senang hati. Tapi sayangnya ketika dia menelphonku, aku sedang gak berada di rumah. Jadilah malamnya dia menelphonku.

Ketika malam hari beliau menelphoneku, aku bisa merasakan penderitaannya dari suaranya yang terdengar merintih kesakitan. Beliau bilang dia sudah puluhan kali keluar masuk kamar mandi untuk kumur-kumur namun sakitnya belum hilang juga. Padahal selain kemur-kumur beliau juga sudah minum obat dokter tapi yang namanya sakit gak mau berangkat juga.

Ya sudahlah. Gak tega mendengar penderitaannya, langsung saja aku interview beliau untuk mencari akar permasalahannya. Ternyata e ternyata akar masalahnya ya itu. Apa itu ya itu? Rahasialah. Setelah aku tau semua akar permasalahannya, aku arahkan beliau untuk melakuakan instruksiku. Apa itu? Mengikhlaskan apa yang sudah terjadi pada beliau Menurutnya dia sudah mengikhlaskan semuanya. Tapi menurutku belum. Karena kalau sudah ikhlas ya insya Allah ya gak sakit lagi. Selanjutnya dengan pengarahanku beliau melakukan apa yang ku instruksikan. E dasar beliau ini melakukan sepenuh hati, beliau malah tertidur sampai hapenya jatuh. Pantas ketika itu aku kehilangan kontak. Ya sudah karena aku kehilangan kontak, aku hanya bisa menunggu kalau dia kontak aku lagi. Hampir lima belas menit aku menunggu kabar darinya. Baru kemudian aku dapat sms dari beliau. Isi smsnya cuma pujian kepada Allah sambil bilang kalau sakit giginya sudah hilang sama sekali. Padahal sewaktu aku terapi aku belum melakukan apa-apa kecuali mengarahkan dirinya untuk ikhlas dan ikhlas. Ternyata hanya dengan ikhlas sakit gigi yang sudah bertengger selama dua minggu hilang sama sekali. Alhamdulillah

No comments:

Post a Comment